Resensi Buku : Bawin Dayak

image

All photos credit : Koleksi Pribadi

Judul                : Bawin Dayak

No. ISBN          : 978

Penulis             : Nila Riwut

Penerbit           : Galang Press

Tanggal terbit : Juni 2011

Jumlah hal.      : 160 halaman

Katagori            : Antropologi dan Budaya

Harga                : Rp. 24.000

“Jangan pernah cari masalah dengan perempuan Dayak, mereka itu pintar menggunakan guna – guna”. Kira – kira begitu persepsi masyarakat awam mengenai perempuan Dayak. Mereka bukan hanya cantik tapi juga mengerikan. Tapi, apakah memang benar begitu adanya? Nila Riwut menjawab persepsi tersebut dan persepsi lainnya terhadap perempuan Dayak melalui bukunya.

Ketika Nila menulis buku ini, dia memulai dengan mempertanyakan dirinya. Apakah dia masih seorang perempuan Dayak? Kemajuan jaman, arus urbanisasi, dan pergeseran prioritas membuat Nila ragu akan identitasnya sebagai perempuan Dayak yang punya misi hidup kuat dan memiliki pribadi yang mandiri. Melalui bukunya, Nila Riwut menjawab pertanyaan untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain yang belum paham akan kedudukan, fungsi, dan peran perempuan Dayak dahulu.

image

Jauh sebelum digaung – gaungkannya isu kesetaraan gender secara internasional, perempuan Dayak telah memiliki hak, wewenang, dan peran yang sejajar dan dianggap sebagai individu yang tidak berbeda dengan laki – laki. Terbiasa menjadi perempuan yang mandiri dan dianggap setara dalam gender, membuat mereka merasa tertantang untuk membuktikan diri bahwa mereka bukan makhluk lemah yang tidak berdaya. Sehingga, perempuan Dayak tidak terlahir sebagai perempuan penurut, tapi juga bukan perempuan pembangkang. Mereka tetap taat terhadap hukum adat dan hukum pali.

Mereka memiliki misi hidup dan intuisi. Nila menyebutkan fakta sejarah menyatakan bahwa perempuan Dayak sejak dahulu telah memperoleh kepercayaan untuk menentukan sikap dan perbuatan. Di dalam masyarakat suku, nilai perempuan Dayak dihargai tinggi. Mengina perempuan Dayak, sama saja dengan menhina sukunya. Seluruh masyarakat rela berperang demi menjaga kehormatan perempuan Dayak.

Buku ini bukan hanya mempertanyakan jati diri seorang Nila Riwut sebagai perempuan Dayak, tapi juga mempertanyakan jati diri perempuan Dayak lainnya di masa sekarang. Apakah masih sama? Jika sudah berubah, apakah mereka atau kalian berubah ke arah yang lebih baik? Buku ini pula mengedukasi kita yang bukan perempuan Dayak untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia, supaya prasangka buruk tidak memenuhi relung – relung pemikiran kita.

Bawin Dayak karya Nila Riwut disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris, sekaligus dalam satu buku, sehingga buku ini memang ditujukan untuk warga dunia, bukan hanya terbatas untuk bangsa Indonesia. Meskipun pembahasan Nila masih mencakup perempuan Dayak di Kalimantan Tengah dan belum membahas perempuan secara keseluruhan, buku ini patut kita baca untuk mencerna salah satu antropologi budaya yang ada di indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s