Kelak Aku Menjadi Ibu

Siapa di antara kamu yang gak sayang sama ibu? Kalo Aku sih ga sayang ibu, soalnya Aku ga punya ibu. Yang Aku punya ya Mama hehehe…

As we know, hari ini jelas – jelas bukan hari ibu, cuma Aku pengen aja nulis tentang ini. Aku belum jadi seorang ibu sih, belum ada yang nge-halal-in soalnya (red-#kodegariskeras). Aku yakin setiap wanita punya naluri keibuan sejak kita mampu, secara fisik, untuk melahirkan seorang anak. Meskipun, kadar naluri keibuan tersebut bisa jadi tidak sama di setiap wanita.

Aku akan jadi ibu seperti apa ya?

Aku tu pengen banget dipanggil Ambu sama anak – anakku nanti. Anyway, Ambu yang dimaksud artinya bukan bau tidak sedap loh ya. Orang Jawa Tengah dan Jawa Timur pasti ngertinya ya yang artinya itu. Aku bukan orang Sunda sih, dan belum tau akan punya suami orang Sunda atau bukan, tapi Aku seneng aja denger anak yang manggil ibunya tuh Ambu. Menurutku, kesannya Ambu itu sosok ibu yang halus, pendidik yang baik, tipikal ibu sejati pokoknya. Bisa jadi, Aku akan mengajarkan anak – anakku untuk manggil Aku dengan sebutan Ambu, walaupun suamiku nanti bukan orang Sunda.

Aku terdidik oleh ibu tipikal orang Jakarta pada umumnya, terbuka, apa adanya, demokratis, dan tegas. Like mother, like daughter. Aku pun ingin menjadi ibu yang seperti itu, dengan improvement di beberapa sisi. Yang baik memang harus diikuti, dan yang buruk pastinya perlu diperbaiki. Aku ingin ada yang berbeda dari model didikan Mamaku, karena tetap saja Aku dan Mama adalah individu yang berbeda walaupun kita
sedarah.  Aku ingin anak – anakku tumbuh dan berkembang dalam model didikanku sebagai ibu yang cerdas, yang mengajarkan pada mereka tentang dinamika kehidupan, kebaikan dunia – akhirat, dan luasnya ilmu pengetahuan. Aku mau anak – anakku menjadi manusia yang sadar untuk selalu bermanfaat bagi umat, bukan hanya baik untuk dirinya sendiri.

Aku berniat, semenjak Aku hamil nanti, Aku akan merajut dan menjahit sebagian besar keperluan bayiku. Nah ini improvement yang Aku punya! Aku ingin jadi ibu yang kreatif. Kalo bisa merancang sendiri, kenapa harus beli sana – sini? Aku mau bayiku berpenampilan eksklusif dari bayi – bayi lainnya, karena segala perlengkapannya, cuma bayiku yang punya dan cuma satu di dunia. One of kind! Selama anakku berada di tahap golden age, Aku mau Aku dan suamiku ada dalam setiap momennya. Supaya, ikatan yang ada di antar keluarga kecil kami menjadi semakin kokoh. Aku akan mengusahakan Aku berkarir dan berkarya di rumah sembari mendidik anakku. Ketika anakku sudah melewati tahap tersebut, akan ku pastikan anakku mampu mandiri untuk mendidik dirinya sendiri, dan pastinya, masih dalam pengawasan Aku dan suamiku. Sejak saat itu pula, Aku akan mulai berani berkarir di instansi/kantor tertentu, jika diijinkan oleh suamiku pastinya.

Semoga akan berjalan seideal itu! Ideal memang bukan hal yang kekal, tapi patut untuk kita jajal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s